ADUQ BANDAR POKER BANDAR66 BANDARQ BERITA UNIK CAPSA SUSUN DOMINOQQ POKER SAKONG TIPS & TRICK

6 Tanda Kamu Perlu ‘Berhenti’ Menolong Orang Lain

6 Tanda Kamu Perlu ‘Berhenti’ Menolong Orang Lain

PINOPOKER – Menolong ,Kita semua pasti setuju bahwa membantu orang lain merupakan salah satu sikap yang terpuji. Dengan membantu orang lain, akan membuatmu merasa lebih baik tentang diri sendiri, meningkatkan rasa optimisme dalam diri, hingga membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Belum lagi saat membantu orang lain, Tuhan dengan janji-Nya akan mengembalikan kebaikanmu itu dengan keberkahan hidup yang melimpah.

Menolong orang lain terasa seperti kewajiban bagimu

Meskipun menolong orang lain adalah perilaku yang terpuji, tapi penting kamu sadari, apakah keinginanmu membantu terasa seperti kewajiban, yang berarti saat kamu langgar membuatmu merasa bersalah, atau didasari perasaan sukarela dan tulus hati.

Kalau kamu merasa berkewajiban menolong orang lain, ini rentan membuatmu mengabaikan kebutuhan diri serta menciptakan rasa kesal dan frustrasi.

Kamu mengabaikan moral dan nilai-nilaimu

Kamu perlu berhenti menolong orang lain jika hal itu mengorbankan moral dan nilai-nilai yang kamu pegang. Misalnya, saat temanmu berbohong dan memintamu untuk membantu menutupinya, ketimbang melindungi dia, biarkan dia bertanggung jawab atas kebohongan yang ia perbuat.

Kalau kamu membantunya dalam situasi seperti ini, kamu hanya membantunya untuk menjadi sosok yang selalu berbohong. Ingatlah untuk terus meyakinkan diri bahwa memprioritaskan nilai-nilai kejujuran adalah hal yang perlu kamu tegakkan.

Orang yang kamu tolong nggak mau berubah

Ada banyak orang yang ingin dibantu, tetapi nggak mau menolong dirinya sendiri. Dalam kasus seperti ini, kamu perlu berhenti untuk menolong orang lain, Bela. Karena ketika kamu menggunakan energi dan waktumu untuk orang lain yang nggak mau berubah menjadi lebih baik, hanya akan membuatmu merasa frustrasi dan kelelahan.

Wajar saja jika terkadang kamu ingin menjadi ‘pembimbingnya’ untuk berubah menjadi yang lebih baik. Namun kamu perlu ingat, perubahan pada diri seseorang hanya bisa terjadi jika ia benar-benar menyadari dan mau mengubahnya.

Orang yang kamu tolong tanpa henti membuat konflik

Membantu seseorang yang kerap menciptakan konflik hanya akan menguras energimu secara mental dan emosional. Orang-orang seperti inilah yang nggak perlu kamu tolong.

Memberikan dukungan memang penting, tetapi kalau kamu melakukannya kepada orang yang gemar berkonflik, justru hanya akan mengganggu ketenangan pikiranmu.

Saat kamu menjauh dari orang-orang yang terus-menerus menciptakan ‘drama’, besar kemungkinan dia akan merefleksikan diri dan mengambil tanggung jawab atas perilakunya. Sikapmu yang seperti inilah yang sebenarnya jadi pertolongan penting baginya.

Orang yang kamu bantu nggak menghargaimu

Pasti rasanya mengesalkan saat orang yang kamu tolong nggak bisa menghargaimu. Memang sih, menolong orang itu perlu didasari keikhlasan. Namun, kalau orang yang kamu bantu malah jadi seenaknya, kamu harus berhenti untuk menolongnya, Bela.

Dengan mengambil langkah mundur, kamu membantunya untuk menghargai pertolonganmu, bersikap lebih mandiri dan bertanggung jawab, serta mendorongnya untuk lebih banyak merasa bersyukur.

Kamu jadi menciptakan hubungan yang kodependen

Kodependensi ialah kondisi psikologis di mana seseorang dengan harga diri rendah memiliki keinginan kuat untuk divalidasi oleh orang lain yang cenderung manipulatif, dengan cara memberinya bantuan.

Hubungan kodependen akan membuatmu mengabaikan kebutuhanmu dan membiarkan sosok manipulatif untuk terus memanfaatkanmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *