Uncategorized

Bedanya Bercanda Dan Bully Anak Wajib Tau

PINOPOKER Lounge – Bedanya Bercanda Dan Bully Anak Wajib Tau. Di masa teknologi informasi yang makin luas dan bisa di rasakan hampir semua kalangan, ada ketakutan yang terus menghantui. Mulai dari kebocoran data informasi, anak terpapar konten yang tidak sesuai umurnya hingga perundungan di dunia maya.

Sebagai anak-anak, kadang mereka masih abu-abu antara perundungan atau bullying dan niat bercanda. Jika orangtua tidak meluruskan, maka efeknya bisa terus di lakukan oleh anak-anak tersebut tanpa tahu akibatnya.

Tentu ini menjadi kewaspadaan tersendiri untuk orangtua. bullying dan bercanda sebenarnya terdapat perbedaan mencolok. Peran orangtua yang harus memperjelas keduanya. Jangan sampai anak tidak tahu antara batasan bullying dan bercanda ini. Berikut PINOPOKER Lounge  telah merangkum Bedanya Bercanda Dan Bully Anak Wajib Tau.

1. Apa itu bullying? Orangtua perlu tahu perbedannya dan ajarkan ke anak

Ada batas jelas yang perlu di tegaskan orangtua soal bercanda dan bullyDefinisi bullyingmenurut APA dictionary psychology adalah perlakuan fisik yang mengancam dan agresif yang terus-menerus.

Atau pelecehan verbal yang di tujukan kepada orang lain terutama mereka yang lebih muda, lebih kecil, lebih lemah, atau dalam situasi lain yang relatif tidak menguntungkan.

“Sementara bercanda memiliki pengertian sebuah cerita atau komentar yang di maksudkan untuk memancing tawa,”

2. Perbedaan bercanda dan bully yang perlu di ajarkan ke anak

Dari pengertian di atas, di harapkan orangtua bisa sadar tindakan yang di lakukan anak masuk ke kategori bercanda atau bully. Di mana perbedaan bercanda dan bully bisa di pahami dengan cukup sederhana kok “Batasan bercanda sehat di tujukan untuk membawa suasana menjadi

Sederhananya, untuk anak-anak dapat membedakan mana bercanda sehat dan mana yang sudah termasuk bercanda sehat adalah ketika yang di lakukan dari tindakan bercanda atau candaan sehat maka orang yang di ajak bercanda akan tertawa, merasa senang terhibur, dan suasana di saat itu menjadi lebih akrab. 

“Namun, apabila orang yang di ajak bercanda malah merasa tidak nyaman, tampak murung, sedih, takut, merasa tidak senang, atau marah akibat candaan yang di ucapkan ataupun di lakukan maka candaan tersebut sudah tidak lagi sehat dan jangan di lanjutkan karena bisa berakibat pada bullying,

3. Tips orangtua untuk mendukung anak jika menjadi korban bullying di sekolah

Saat ini banyak sekali kasus bullying yang terjadi di sekolah-sekolah di Indonesia. Bagaimana jika anak mama atau papa adalah salah satunya?

ada beberapa hal yang bisa orangtua lakukan. Pertama dengan memberikan anak ruang aman untuk anak mau bercerita tentang kesehariannya terlebih dahulu.

Jika memang anak belum ingin bercerita maka orangtua tidak perlu memaksa anak. Berikan anak perhatian yang cukup, pelukan dan sentuhan yang nyaman, serta kehadiran untuknya.

“Dengan berada di sisinya serta menunjukkan sikap perilaku membela, menjaga, dan melindunginya dalam taraf yang cukup (tidak berlebihan) itu akan membuat anak merasa aman terlindungi,” pungkasnya.

Tahap lanjutan adalah pada membangun kembali self-confidenceself-resilience, dan keterampilan memecahkan masalah yang sesuai dengan usia anak. 

Mulai libatkan anak secara perlahan dalam berbagai aktivitas positif yang sesuai minatnya. Pantau secukupnya dan bangun kebiasaan untuk saling bercerita secara terbuka di keluarga. 

  • Bedanya Bercanda Dan Bully Anak Wajib Tau.

Orangtua juga bisa melibatkan anak dalam pengambilan keputusan (terutama keputusan menyangkut keseharian dirinya pribadi) dalam besaran skala yang sesuai untuk usianya (bukan keputusan berat yang harus di ambil oleh orang dewasa).

“Sehingga orangtua dapat melakukan pendampingan secara optimal terkait membangun daya resiliensi dan keterampilan memecahkan masalah yang di butuhkan,”

Jika di rasa tak bisa di tangani sendirian, maka membawa anak untuk konsultasi ke psikolog juga bisa menjadi cara jitu. Orangtua bisa mengetahui secara menyeluruh terkait kondisi mental dan psikologisnya setelah mengalami bullying dan bisa segera mendapatkan pengobatan atau treatment yang di butuhkan untuk pemulihan diri.

“Orangtua juga bisa mendapatkan arahan terkait parenting. Serta mendapatkan saran yang dapat di lakukan oleh orangtua sesuai dengan temuan kondisi anak,”

4. Bagaimana jika anak adalah pelaku bullying? Ini yang harus di lakukan!

Menjadi orangtua korban bullying sangat berat, tetapi akan lebih menantang dan mungkin tak bisa percaya jika sang Anak adalah pelaku dari perundungan. 

Bagaimana orangtua bisa bersikap jika keadaannya seperti ini? Psikolog Veronica memberikan penjelasannya secara lengkap. Bisa di mulai dengan memberikan arahan terkait perilaku bullying yang anak lakukan.

Setelah itu, orangtua mesti tegas dan bisa mengajarkan dan minta anak untuk meminta maaf secara baik terhadap teman yang di rundung olehnya. 

Orangtua memberikan konsekuensi atas perilaku bullying yang di lakukan oleh anak, misalnya grounding (pemberian hukuman dengan cara membatasi hak-hak anak karena melanggar aturan) sehingga tidak bisa main selama kurun waktu tertentu.

Masa-masa ini mungkin juga berat. Namun, orangtua harus memahami bahwa apa yang terjadi dan di alami oleh anak serta bagaimana kondisinya saat itu terjadi.

Jika anak segera mendapatkan penanganan yang di butuhkan, kemungkinan besar koreksi perilaku bisa di lakukan untuk meningkatkan kesehatan mental psikologisnya. Selain itu, orangtua juga bisa mendapatkan arahan terkait parenting dan dukungan yang dapat di lakukan sesuai dengan temuan kondisi anak.

5. Hal yang bisa orangtua ajarkan ke anak agar tidak menjadi pelaku bullying

Ada beberapa cara yang bisa orangtua lakukan agar anak tidak melakukan tindakan bullying yang di maknai sebagai bercanda. 

Psikolog Veronica menyebutkan beberapa di antaranya, orangtua harus tegas mengajarkan anak agar ketika bercanda tidak terlewat batas, yaitu:

  • Jangan membawa suku, agama, ras teman sebagai candaan.
  • Jangan menggunakan kata-kata kasar ataupun merendahkan ketika bercanda.
  • Tidak untuk mengolok-olok orang lain ataupun menjadikan orang lain sebagai bahan tertawaan.
  • Tidak,menggunakan kekurangan atau kelemahan orang lain sebagai bahan candaan.
  • Tidak menyinggung perasaan ataupun merugikan orang lain.
  • Tidak melakukan tindakan yang berbahaya, yang dapat menyakiti ataupun melukai orang lain.

Semantara itu, orangtua di harapkan untuk mengajarkan anaknya bercanda yang baik dengan:

  • Bercerita atau menceritakan kejadian lucu menarik dengan memastikan tidak ada orang lain yang akan merasa tersakiti dari mendengar cerita ini.
  • Mengajak bermain teka teki humor.
  • Memberikan komentar spontan yang lucu, menarik, dan ringan.
  • Berpose lucu untuk menghibur

Selain itu, untuk mencegah agar anak tidak menjadi pelaku bullying, pendidikan karakter dari rumah menjadi fondasi utama.

orangtua juga harus menerapkan seluruh nilai tersebut ke dalam perilaku terhadap anak, pasangan, maupun orang lain dan mahkluk hidup. Dengan demikian anak akan belajar dan mencontoh dari sikap orangtuanya. Itulah tadi informasi mengenai Bedanya Bercanda Dan Bully Anak Wajib Tau.

BACA JUGA : Tips Agar Daging Tetap Segar
SUMBER PINOPOKER Lounge 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *