Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan Beserta Efek Sampingnya
BERITA UNIK

Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan Beserta Efek Sampingnya

Pokerpinolounge –  Manfaat Daun Sambiloto untuk Kesehatan Beserta Efek Sampingnya Manfaat daun sambiloto untuk kesehatan mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang.

Namun, ternyata daun sambiloto ini telah digunakan dalam berbagai ramuan tradisional. Tanaman ini dipercaya bisa mencegah dan mengatasi beberapa penyakit.

Sambiloto atau Andrographis paniculata merupakan tanaman yang mempunyai rasa sangat pahit. Meskipun rasanya sangat pahit, manfaat sambiloto dalam bidang kesehatan patut diperhitungkan. Sambiloto memiliki zat aktif bernama andrografolida yang diambil dari batang dan daun sambiloto.

Manfaat daun sambiloto bisa didapatkan dengan memperhatikan beberapa kondisi. Walaupun memang baik untuk kesehatan, daun sambiloto ini bisa menimbulkan berbagai efek samping. Selain itu, orang dengan kondisi kesehatan tertentu harus menghindari daun sambiloto ini

Meringankan Gejala Pilek dan Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Pilek
Ilustrasi Pilek/copyright shutterstock

Meringankan Gejala Pilek dan Flu

Manfaat daun sambiloto yang pertama adalah meringankan gejala pilek dan flu. Sebagai bentuk pengobatan, penelitian menemukan manfaat daun sambiloto dalam bentuk ekstrak yang dikombinasikan dengan manfaat ginseng mungkin bisa meringankan gejala pilek seperti bersin-bersin, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat kemudian beringus, dan batuk-batuk.

Biasanya, gejala akan berkurang setelah dua hingga lima hari mengonsumsi sambiloto. Meski masih masih diperlukan pengujian lebih lanjut. Jika kamu ingin mencoba mencegah pilek memakai tanaman ini, disarankan menggabungkan dengan sambiloto yang dikombinasikan dengan ekstrak ginseng.

Selain itu, pastikan produk herbal terdaftar di BPOM sebelum kamu mulai mengonsumsinya.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat daun sambiloto selanjutnya yaitu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ekstrak tanaman ini bersifat imunostimulan, yaitu meningkatkan kinerja organ-organ yang berhubungan dengan sistem imun.

Sifat ini terutama bekerja pada infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi HIV. Selain itu, sambiloto dapat digunakan untuk meredakan peradangan (antiinflamasi) dan mengurangi keluhan-keluhan yang berkaitan dengan organ hati

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan dan Mencegah Kanker

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Meningkatkan Kesehatan Pencernaan (sumber: Pixabay)

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Selain itu, manfaat daun sambiloto juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Tanaman ini mampu membantu kamu mengatasi berbagai masalah pencernaan, seperti diare, sembelit, kolik, gas dalam usus, dan sakit perut.

Selain itu, A. paniculata juga dapat membantu memperkuat organ hati dan mengatasi masalah hati, seperti pembesaran hati, sakit kuning, dan kerusakan hati akibat obat.

Membantu Menyembuhkan Infeksi Sinusitis

Sambiloto juga mempunyai sifat antibakteri, antivirus, dan antiparasit yang membuatnya mampu menyembuhkan penyakit infeksi. Salah satu manfaat daun sambiloto adalah untuk menyembuhkan infeksi sinusitis. Sambiloto dapat membantu menghentikan proses bakteri yang menyebabkan sinusitis menempel pada lapisan sinus. Sehingga, kamu lebih cepat sembuh dari sinusitis.

Selain itu, beberapa penyakit infeksi lain yang dapat disembuhkan dengan sambiloto adalah herpes, kusta, pneumonia, tuberkulosis, gonore, sifilis, malaria, leptospirosis, dan rabies. Sambiloto juga baru-baru ini dikenal dapat membantu mengobati HIV/ AIDS. Tanaman ini dapat meningkatkan jumlah sel darah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien HIV.

Mencegah Kanker

Hasil sebuah penelitian menunjukkan, manfaat daun sambiloto yang kemungkinan dapat mencegah kanker. Dalam penelitian tersebut diketahui sambiloto menghambat pembelahan sel kanker.

Namun, yang perlu diingat, ini adalah hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium. Sel kanker yang ada di dalam tubuh, meskipun kamu sudah mengonsumsi ekstrak sambiloto secara teratur, kondisinya bisa berbeda. Hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *