Uncategorized

Memahami Keadaan Mendesak dengan Pemikiran Kritis

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah pexels-sachith-ravishka-kodikara-7755058-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-8bfd347ba5f22a522c7e6e92567361d3.jpg
Memahami Keadaan Mendesak dengan Pemikiran Kritis

Pino Poker Lounge Memahami Keadaan Mendesak dengan Pemikiran Kritis
Siapa yang ingin di hadapkan dengan situasi mendesak? Setiap dari kita tentu menolak. Terjebak dalam situasi mendesak, rawan salah dalam mengambil keputusan. Bahkan kita terjerumus dalam langkah terburuk. Tapi di sisi lain, kita juga tidak bisa lari meninggalkan situasi seperti ini. Mau tidak mau, harus menghadapi dengan pemikiran kritis.Mulai dari menganalisis risiko secara detail dan teliti, sampai dengan menanamkan sikap hati-hati. Usahakan untuk tidak gegabah dalam menghadapi situasi genting dan mendesak. Ternyata, ada juga alasan penting mengapa kita harus mengerahkan pemikiran kritis. Mengetahui empat hal di bawah ini, jangan pernah menghadapi situasi genting hanya dengan mengandalkan tuntutan emosi sesaat.

Memahami Keadaan Mendesak dengan Pemikiran Kritis : Mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat

Sadari awal tentu kita tidak ingin menghadapi situasi terburuk. Tapi kembali lagi pada fakta bahwa alur kehidupan tidak bisa di tebak. Pada situasi tertentu, bisa saja berhadapan dengan keadaan genting dan mendesak. Tentu kita tidak bisa gegabah mengambil keputusan. Apalagi bertindak hanya mengandalkan tuntutan emosi sesaat. Karena situasi seperti ini membutuhkan pemikiran kritis.Ternyata ada alasan penting di baliknya. Melalui pemikiran kritis, turut membantu seseorang mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Seseorang mampu mengerahkan kemampuan analisis dalam waktu yang singkat. Keputusan dan langkah yang di ambil benar-benar tepat sasaran. Bahkan mampu menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh.

Mengidentifikasi sumber daya dan keterbatasan

Untuk melaksanakan suatu rencana memang di butuhkan sumber daya. Tapi juga ada beberapa hal yang harus di pahami agar tidak mengalami pemborosan waktu dan energi. Sumber daya harus di sesuaikan kembali dengan sisi keterbatasan. Jangan sampai menghabiskan terlalu banyak sumber daya namun tidak tepat sasaran. Dalam hal ini, kita perlu memahami keadaan mendesak dengan pemikiran kritis.
Salah satu tujuannya untuk mengidentifikasi sumber daya dan keterbatasan. Berbekal pemikiran kritis, seseorang mampu mengelola risiko secara efektif dan efisien. Ketika menghadapi situasi yang mendesak, energi bisa di fungsikan sesuai dengan porsi kebutuhannya. Tidak lebih juga tidak kurang, semua sudah terukur.

Memahami Keadaan Mendesak dengan Pemikiran Kritis : Meningkatkan kemampuan beradaptasi

Tidak seorangpun berharap menghadapi situasi genting dan mendesak. Tapi mau bagaimana lagi? Dalam menjalani hidup ada kemungkinan kita menghadapi situasi demikian. Memilih lari dan menghindar tentu keputusan yang salah. Karena cara demikian justru membuat persoalan semakin rumit. Oleh sebab itu, dalam memahami keadaan mendesak kita harus mengerahkan kemampuan berpikir kritis. Mengapa ini penting di terapkan? Sudah pasti ada beberapa alasan di baliknya. Pemikiran kritis turut meningkatkan kemampuan beradaptasi. Kita mampu berpikir fleksibel dan menyesuaikan terhadap segala situasi. Termasuk mengubah rencana dan tindakan sesuai kebutuhan jika di perlukan.

Upaya untuk meminimalisir kesalahan

Manusia memang tidak pernah luput dari kesalahan. Tapi bukan berarti kita bebas bersikap ceroboh dalam setiap tapi bukan berarti kita bebas bersikap ceroboh. Jika kesalahan bisa di minimalisir sejak awal, mengapa kita tidak melakukannya? Padahal ini berkaitan erat dengan rencana dalam jangka panjang. Ternyata ini masih berkaitan dengan pentingnya memahami keadaan mendesak menggunakan pemikiran kritis. Salah satu tujuannya untuk meminimalisir kesalahan dan kecerobohan. Sejak awal seseorang sudah memiliki pertimbangan matang. Bahkan mampu menganalisis risiko kecil dan sederhana yang hampir tidak terbaca. Terdapat  keterampilan yang harus di miliki saat menghadapi keadaan mendesak. Salah satunya adalah keterampilan berpikir kritis. Jika kemampuan ini sudah tertanam dalam diri, seseorang mampu mengidentifikasi dan menganalisis risiko dengan cermat. Memahami empat poin penting tersebut, kita harus belajar menerapkan pola pikir kritis saat menghadapi permasalahan.

Sumber : pinopk1.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *